“Sweett… disposition….” Lagunya Temper trap mengalun kencang dari Alarm hape saya. Saya sih sadar, saya sempat bangun. Namun, rasa kantuk saya belum mampu mencapai hilang seluruhnya. Tetap bermalas malasan dulu. Meskipun azan subuh sudah lama terlewat, namun saya tetap saja tidak mampu untuk bangkit, segera ambil air Wudhu dan melaksanakan SHolat Subuh..
Belum terbiasa, memang saya akui. Entah sudah berapa banyak saya melewatkan pagi tanpa melaksanakan Sholat Subuh. Dan entah sudah berapa kali saya melewatkan pagi yang asri sambil menimbun tugas tugas yang belum terselesaikan.
Perangkat teknologi seperti Hape, Alarm Jam, dan kombinasi 4 air gelas sebelum tidur (maksud hati agar pada saat pagi ingin cepat buang air kecil) tetap saja tidak mampu membangunkan saya di pagi buta itu. Alhasil program rutin bangun kesiangan dengan diikuti unsur ketelatan bekerja pun kerap terjadi. .
Perlu motivasi yang kuat. Dan perlu adanya semangat keimanan yang benar benar Fight. Melawan rasa kantuk, dan melawan rasa malas di pagi hari.
Berkulaitas atau tidaknya sehari yang kita jalani, tergantung daripada bagaimana kita mengawali pagi hari kita. Sungguh sangat besar peranannya. Apabila kita mengawali pagi diawali dengan berdoa khusyuk, mengingat Allah, berwirid sejenak, dan mengaji Alquran, InsyaAllah sehari yang akan kita jalani akan berjalan baik, dan penuh dengan hikmah.
Namun, coba apabila kita bangun selalu siang, yang sempat ada waktu untuk menarik selimut, merapihkan letak bantal yang miring, dan melanjutkan mimpi yang terpotong gara gara bunyi alarm, maka merugilah kita. Kita melewatkan nikmat Allah yang diberikan pada pagi hari.
Allah akan mempermudah urusan setiap manusia apabila mereka mewarnai paginya dengan ibadah dan mengingat kepadaNya. Pintu Rezeki pun akan terasa mudah, apabila kita rajin bangun pagi, Sholat Subuh berjamaah di masjid, mengaji, dan wirid dengan khusyuk, maka InsyaAllah kita menjadi hambaNya yang penuh dengan kualitas rasa syukur.
Jadi kesimpulannya….
Marilah kita manfaatkan waktu kita dengan baik. Terkhusus saat waktu pagi kita. Waktu dimana sang Fajar terbit, ayam berkokok, dan udara masih bersih, mari kita manfaatkan momen tersebut sebagai starting point terbaik kita untuk menggapai Ridho Allah. Berdoa dan berharap dapat menjalani setiap aktivitas sehari kita penuh dengan ilmu-ilmu kehidupan yang baik.
Yang belum terbiasa bangun pagi, biasakanlah. Buat strategi strategi yang mampu membuat kita bangun di pagi hari. Misalnya dengan tidur di awal waktu, makan malam tidak terlalu kenyang, dan tidak meminum kopi di malam hari. InsyaAllah, apabila kita mampu mengawali hari dengan mengingat Allah, hari hari kita akan menjadi hari yang penuh gairah, semangat, dan cinta akan pekerjaan yang akan kita lakukan. InsyaAllah..
Sumber: opini Irfan Rachmat di http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/03/08/biasakan-bangun-awal-di-pagi-hari/
